Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk kebahagiaan anaknya, mulai dari masalah pendidikan, makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, bahkan hingga masalah jodoh. Biasanya yang ribet itu adalah ibu. Ketika seorang ibu sudah melihat anak gasinya yang sudah dewasa, tentu ia merasa was-was. Siapa nantinya yang akan menikahi anak gadisnya itu. Ibu pasti punya criteria tersendiri untuk orang yang akan meminang anaknya nanti. Kalau ibu yang demokratis, ia akan membebaskan anaknya untuk memilih sendiri orang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Kalau ibu yang sangat perfeksionis, ia akan menuntut bibit bebet bobot dari orang yang akan menikahi anaknya, mungkin akan berujung seperti nasib Siti Nurbaya yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Kalau ibu yang agak demokratis, ia akan meminta anaknya untuk memilih siapapun yang baik yang terpenting sudah berpenghasilan dan sudah memiliki rumah untuk ditinggali bersama. Itulah macam-macam karakter ibu atau orang tua mungkin. Saya pikir masih banyak lagi karakter-karakter orang tua yang menginginkan ynag terbaik untuk masa depan anaknya.
“nak, nantinya kau jika mau menikah, menikahlah dengan laki-laki yang sudah berpenghasilan dan punya rumah, agar hidupmu mapan dan sejahtera…”
Begitulah kira-kira nasehat ibu pada anak gadisnya saat itu. Gadis berusia 20 tahun itu hanya diam saja. Ia tak mengiyakan, tidak juga menentang nasehat ibunya. Ia hanya mengamini apa yang diharapkan ibunya, karena ia berpikir bahwa jodoh sudah ada yang mengatur, masalah rezeki, rumah, dsb itu bisa diusahakan. Ibunya terus saja menasehati anaknya mengenai itu. Ia memang bukan dari keluarga berada, tentu saja ibunya mengharapkan anaknya hidup dengan mudah, punya penghasilan tetap dan punya rumah tetap milik sendiri yang bisa ditempati. Ia pun hanya diam sambil terus berfikir. Ia berfikir jika nantinya laki-laki yang ia inginkan itu tidak sesuai dengan keinginan ibunya. Ia mungkin sudah berpenghasilan, namun belum punya rumah. Ia berfikir bagaimana memenangkan restu ibunya kelak. Ia berfikir sudah terlalu jauh, padahal belum ada pandangan untuk segera menikah dalam waktu dekat.
Itulah sekilas cerita tentang ibu dan anak gadisnya. Masih banyak lagi mungkin cerita-cerita seperti itu yang mungkin lebih ekstrim di luar sana. Tabiat orang tua memang sangat perfeksionis ketika itu berhubungan dengan anaknya. Itu hal yang wajar dan lumrah terjadi di kehidupan ini. Hanya komunikasi yang baik lah yang perlu dibangun ketika tidak dapat memenuhi keinginan dan harapan orang tua. Komunikasi yang baik dan intens itu perlu dibangun sejak awal karena hal itu akan membantu seorang anak memnangkan restu orang tua. Tak hanya soal jodoh sih, soal cita-cita, pendidikan, pekerjaan, profesi atau pilihan hidup yang lainnya. Semuanya itu memerlukan komunikasi sejak dini agar jalan yang kita tempuh itu diridhoi juga oleh orang tua. Ridho Alloh kan terletak pada ridho orang tua juga. Semuanya akan berjalan dengan mudah dan tak akan ada konflik yang terlalu besar kelak di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar