Senin, 14 Mei 2012
Menjalani dengan hati
Melakukan sesuatu dengan hati. Bukan hal yang mudah, namun jika sesuatu itu benar-benar disukai dan dicinta, maka itu hal yang sangat mudah. Mencintai profesi atau pekerjaan harus ditumbuhkan dari awal karena hidup bukan hanya untuk bekerja. Manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya harus berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang dahsyat. Semua orang pasti ingin meraup sukses dalam hidupnya. Sukses apapun yang menjadi jiwanya seharusnya. Sukses tak hanya bisa diraih dengan bekerja, menjadi pegawai yang berpenghasilan tinggi. Namun sukses lebih dari itu, menjiwai setiap detik pekerjaannya, mencintai setiap lelah yang dirasa ketika bekerja. Orang dikatakan berhasil ketika ia mampu memadukan hati dan jiwanya dengan pekerjaan yang sedang dijalani. Hasil pun tak akan seburuk yang terfikirkan.
Menjadi dahsyat itu keharusan. Profesi apapun yang kita pilih harus men”dahsyat”kan diri kita karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Tentu bukan hanya dahsyat untuk diri sendiri saja namun dahsyat untuk orang lain. Orang yang sukses atau berhasil adalah yang berpengaruh di sekitarnya, walaupun ia hanya bisa memberi senyuman.
Ketika dihadapkan pada sesuatu yang tidak nyaman, maka saat itu hati dan jiwa kita tidak ada di sana, entah menginginkan berada dimana. Kebesaran hati dan jiwa lah yang bisa mengatasi rasa tidak nyaman itu. Berbesar hati itu melebihi orang yang sabar, karena ia mampu menaklukkan emosinya dengan berbesar hati.
Begitu terinspirasi dengan film “Ice Princess”. Film yang menceritakan seorang gadis berbakat dalam sains dan berseluncur. Hati dan jiwanya ada dalam dirinya sebagai seorang sebagai peseluncur es, walaupun ia juga sangat pintar matematika, fisika, dsb namun akhirnya ia mengorbankan beasiswa Harvard nya untuk ikut kompetisi “ice skating”. Sungguh, pengorbanan yang luar biasa. Walau dalam film tersebut, ia yang bernama Casey tidak menang dalam kompetisi itu namun ia berhasil meraih nilai yang sejajar dengan pesaing lain yang sudah lama berlatih menjadi peseluncur es. Casey memulai bakatnya tidak dengan berlatih namun berseluncur adalah kegemarannya. Ia baru berlatih setelah ia menyadari bahwa ia memiliki bakat untuk itu. Begitulah perjalanan hidup manusia, memang harus ditentukan dan dipilih sendiri apa yang akan dijalani ke depannya. Berani memilih mau jadi apa, ingin jadi apa. Kita juga diajarkan belajar mencintai dan menjiwai setiap hal yang melibatkan diri kita padanya. Selayaknya kita melakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan. Kalau tidak cinta, maka lebih baik tinggalkan saja, temukan cinta dan jiwa di tempat lain.
Selagi masih bisa memilih mau jadi apa dan akan berbuat apa, maka pilihlah. Pilihan hidup dan jalan hidup terbentang luas di cakrawala kehidupan. Pilihlah apa yang menjadi jiwa kita di dalamnya, katakan pada orang lain ketika hal itu benar-benar ingin diraih. Memiliki mimpi itu adalah hal yang niscaya, bukan suatu hal yang tabu. Maka, katakanlah pada dunia tentang mimpimu, agar dapat membantumu mewujudkan mimpi itu perlahan-lahan.
Punya kamar kan? Ada dindingnya? Jangan penuhi dinding kamarmu dengan gambar-gambar yang tak memberi efek positif dalam dirimu. Sekarang, siapkan kertas putih besar, A3 atau seberapapun lah, tuliskan mimpimu di sana. Tulislah sebanyak-banyaknya. Tak perlu malu pada orang tuamu, saudaramu, atau teman kosmu. Tulislah dengan segenap hatimu dan pajang di dinding kamarmu. Hal ini akan benar-benar memberi energi positif dalam dirimu untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Karena dengan itu, kau pun dapat membaca setiap hari mimpi yang sudah kau tuliskan. Tentunya kau perlu usaha dan doa untuk mewujudkannya, serta keyakinan dan tekad baja untuk menjadikan mimpimu benar-benar akan kau raih.
Energi positif tidak cukup bisa membantu jika tak diiringi dengan usaha. Usaha itu adalah keharusan bagi kita untuk melaksanakannya jika kita benar-benar ingin mimpi itu terwujud. Usaha itu adalah bagaimana upaya kita dalam menciptakan momentum untuk munculnya sedikit percikan mimpi yang akan jadi nyata. Kita harus menciptakan momentum, bukan menunggu momentum. Kita tak boleh kalah dengan kemalasan dan ketidakpercayadirian kita. Kedua hal itu harus disingkirkan jauh-jauh dari hidup kita. Mereka hanya akan membuat kita semakin terlena dengan keadaan dan stagnan dalam hidup.
Kata Giring “Nidji” dalam syair lagunya, jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi….. Manusia diciptakan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi umat, orang banyak. Maka, manusia harus punya banyak mimpi dan obsesi. Memiliki mimpi dan obsesi adalah jalan menghidupkan hati dan jiwa sebagai seorang insan dan hamba. Seseorang yang tak punya cita-cita atau mimpi akan seperti manusia yang tak punya arah dan jalan hidup. Hidupnya mengalir seperti air, tentunya ke bawah, karena tak mungkin air mengalir ke atas. Ada pepatah mengatakan, “berpikirlah maka kau ada”, manusia diberi kelebihan akal dan nurani untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Ia harus berfikir bagaimana caranya mewujudkan mimpinya itu. Ia menggunakan akal dan nuraninya untuk mempertemukan kehendak hatinya dengan kehendak Sang Pencipta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar