Korea itu unik. Budayanya sangat menarik. Entah kenapa suka banget sama pernak-pernik Korea, rumah tradisionalnya, pakaian tradisionalnya, budaya menyapanya, interaksi laki-laki dan wanita. Sungguh menarik. Bahasanya juga walaupun susah dipelajari. Musik dan lagu-lagunya juga bagus banget. Korea identik dengan sinemanya, drama Korea nya, filmnya pokoknya deh.
Kalau banyak yang bilang “demam Korea”, itu salah besar. Kalau demam Korea itu berarti hanya sementara aja suka sama Korea. Menyukai Korea itu hal yang menyenangkan. Hingga bercit-cita untuk bisa terbang ke sana, berwisata ke rumah-rumah tradisionalnya, hemmmmmmmm.
Melihat dari cerita-cerita drama Korea, mereka mengajarkan kita tentang hidup mandiri. Berjuang sendirian demi bertahan hidup. Melankolis pun jarang dimunculkan. Karakter-karakter yang dimunculkan pun sangat menarik. Ada yang sangat keras terhadap sesuatu, ada pula yang selalu tenang menghadapi kerasnya kehidupan. Budaya mereka dalam menyapa hanya dengan membungkuk itu sangat menarik, walau di Jepang juga seperti itu. Namun, tetap saja, ada nuansa berbeda ketika melihat orang-orang Korea sedang berhubungan, berinteraksi.
Walaupun sudah banyak kali menonton serial Korea, namun baru sekarang tergugah untuk menuliskannya. Banyak hal baik yang bisa kita dapat, hikmah kehidupan, gaya interaksi dan sopan santun, dsb. Semuanya begitu menarik untuk disimak.
Setelah menonton salah satu episode, mereka begitu ramah, sopan dan juga santun dalam berkomunikasi satu sama lain, baik itu lawan jenis maupun bukan. Ini memang tak bisa digeneralisir namun akan sangat menarik ketika ini kita praktekkan juga dalam keseharian kita.
1. Mereka menyapa dengan “bowing”, membungkukkan badan mereka beberapa derajat, bersalaman itu tandanya mereka sudah cukup akrab dan saling menghormati satu sama lain
2. Senyum selalu mereka sunggingkan ketika menyapa, walau kadang tak mengucap sepatah kata pun, tapi senyum sudah cukup mewakili. Jarak komunikasi mereka pun tidak terlalu dekat, itu adalah cara mereka menghargai dan menghormati orang yang baru mereka kenal atau mitra kerja mereka.
3. Di serial itu, saat salah satu tokoh penasaran dengan satu hal, ia benar-benar mencari berita sebenar-benarnya. Ia tidak mau salah duga atau sangka. Ia mencari kebenaran yang ia mau sampai rela pergi jauh-jauh. Itu adalah salah satu potongan cerita di serial itu. Ia tidak mau percaya sebelum ia menemukan bukti dari kabar yang didapatnya dari orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar