Senin, 30 Januari 2012

Restu Ibu

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk kebahagiaan anaknya, mulai dari masalah pendidikan, makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, bahkan hingga masalah jodoh. Biasanya yang ribet itu adalah ibu. Ketika seorang ibu sudah melihat anak gasinya yang sudah dewasa, tentu ia merasa was-was. Siapa nantinya yang akan menikahi anak gadisnya itu. Ibu pasti punya criteria tersendiri untuk orang yang akan meminang anaknya nanti. Kalau ibu yang demokratis, ia akan membebaskan anaknya untuk memilih sendiri orang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Kalau ibu yang sangat perfeksionis, ia akan menuntut bibit bebet bobot dari orang yang akan menikahi anaknya, mungkin akan berujung seperti nasib Siti Nurbaya yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Kalau ibu yang agak demokratis, ia akan meminta anaknya untuk memilih siapapun yang baik yang terpenting sudah berpenghasilan dan sudah memiliki rumah untuk ditinggali bersama. Itulah macam-macam karakter ibu atau orang tua mungkin. Saya pikir masih banyak lagi karakter-karakter orang tua yang menginginkan ynag terbaik untuk masa depan anaknya.
“nak, nantinya kau jika mau menikah, menikahlah dengan laki-laki yang sudah berpenghasilan dan punya rumah, agar hidupmu mapan dan sejahtera…”
Begitulah kira-kira nasehat ibu pada anak gadisnya saat itu. Gadis berusia 20 tahun itu hanya diam saja. Ia tak mengiyakan, tidak juga menentang nasehat ibunya. Ia hanya mengamini apa yang diharapkan ibunya, karena ia berpikir bahwa jodoh sudah ada yang mengatur, masalah rezeki, rumah, dsb itu bisa diusahakan. Ibunya terus saja menasehati anaknya mengenai itu. Ia memang bukan dari keluarga berada, tentu saja ibunya mengharapkan anaknya hidup dengan mudah, punya penghasilan tetap dan punya rumah tetap milik sendiri yang bisa ditempati. Ia pun hanya diam sambil terus berfikir. Ia berfikir jika nantinya laki-laki yang ia inginkan itu tidak sesuai dengan keinginan ibunya. Ia mungkin sudah berpenghasilan, namun belum punya rumah. Ia berfikir bagaimana memenangkan restu ibunya kelak. Ia berfikir sudah terlalu jauh, padahal belum ada pandangan untuk segera menikah dalam waktu dekat.
Itulah sekilas cerita tentang ibu dan anak gadisnya. Masih banyak lagi mungkin cerita-cerita seperti itu yang mungkin lebih ekstrim di luar sana. Tabiat orang tua memang sangat perfeksionis ketika itu berhubungan dengan anaknya. Itu hal yang wajar dan lumrah terjadi di kehidupan ini. Hanya komunikasi yang baik lah yang perlu dibangun ketika tidak dapat memenuhi keinginan dan harapan orang tua. Komunikasi yang baik dan intens itu perlu dibangun sejak awal karena hal itu akan membantu seorang anak memnangkan restu orang tua. Tak hanya soal jodoh sih, soal cita-cita, pendidikan, pekerjaan, profesi atau pilihan hidup yang lainnya. Semuanya itu memerlukan komunikasi sejak dini agar jalan yang kita tempuh itu diridhoi juga oleh orang tua. Ridho Alloh kan terletak pada ridho orang tua juga. Semuanya akan berjalan dengan mudah dan tak akan ada konflik yang terlalu besar kelak di masa depan.

Senin, 23 Januari 2012

tentang kita

TENTANG KITA

Hidup tak akan lepas dari pengalaman. Pengalaman adalah guru yang terbaik untuk bekal hidup kita. Sungguh, menjadi penonton itu tidaklah cukup, namun menjadi pengambil peran yang berani, berani meluangkan waktu, berkorban tenaga dan harta, berani memilih mengambil sikap, itulah yang membesarkan diri kita. Hidup akan hampa tapa pengalaman pahit dan manis. Semuanya akan terasa manis ketika kita bisa mengambil pelajaran dari setiap yang pahit itu. Pasti!
Adanya pengalaman pahit atau manis tak lepas dari yang namanya “belajar”. Belajar bukan kewajiban atau keharusan tapi keniscayaan. Belajar tak terbatas ruang dan waktu. Belajar itu bebas, tidak harus terikat. Belajar tak harus melibatkan orang-orang pintar dan cerdas, siapapun bisa, ia yang punya nurani dan hati yang teduh, ia juga yang punya gagasan bagaimana “belajar” itu seharusnya.
Pernah merasakan belajar dengan orang-orang seperti berikut ini…
1. Orang yang selalu bersemangat, gampang menangis ketika terharu atau sedih, sensitiflah, tapi kata-katanya begitu meyakinkan ketika sekali saja ia berkata-kata , ia memang luar biasa, dalam diamnya ia menyimpan sejuta semangat dalam dirinya. Setiap kali berjabat tangan dengannya, ia selalu menjabat dengan sangat erat. Gadis yang menginspirasi, ia tak lengah dalam mengurus keluarga, kuliah, dan amanahnya. Keren. Dia selalu membawa buah setiap kali kita bertemu.
2. Yang satu ini, paling sering bikin kita ketawa atau jengkel, gregetan lah, dengan cara ngomongnya, bahan bicaraannya, pokoknya bikin geregetan. Ia sering bicara tentang hal-hal yang kadang konyol. Ia yang paling sering kita sindir soal “MxxxxxH”, karena ia sering kali mengatakan membutuhkan itu. Cara bicaranya dengan tertawanya yang kadang terbahak-bahak. Hemmm. Itulah si “rempong”. Hehe. Dia yang selalu terlihat santai di antara yang lainnya. Walau mungkin beban yang di pundaknya juga berat tapi dia selalu punya cara untuk berlaku biasa saja, seolah tak ada beban.
3. Selanjutnya, ini suka bikin heboh juga, wanita yang selalu tersenyum. Senyumnya yang kadang nggak nguatin, hehe. Ini juga sering kita sindir soal “MxxxxxH”. Dia selalu bikin kita sering ketawa karena senyumnya dan candaannya. Ia selalu senyum walau masalah sedang banyak menderanya. Dia yang selalu tampil rapi, “matching”. Semangatnya dalam membantu sesama sungguh luar biasa. Ia khas dengan “senyuman” nya.
4. Wanita yang suka memimpin, tipe pemimpin, kesibukannya luar biasa. Ia selalu terlihat lelah setiap kali bertemu, tapi ia adalah orang yang sabar, masih bisa tersenyum di saat lelah. Kadang heboh sendiri juga. Salut dengan kesibukannya dan caranya membagi waktu di saat sibuk.
5. Sahabat yang satu ini cenderung pendiam, tak terlalu banyak bicara. Namun, diamnya itu benar-benar emas. Ia selalu bersemangat menghadiri majelis ilmu, apapun dan dimanapun. Dia orang yang produktif dalam menjalankan rutinitasnya. Hafalannya sudah cukup banyak. Kadang suka bercanda juga, tapi gak berlebihan seperti yang lainnya. Itulah “diam” yang emas. Ia juga sabar, jarang terlihat marah, karena kalaupun marah dia hanya diam, sulit terdeteksi sedang marah atau enggak.
6. Yang ini, selalu meontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menurut kita aneh, lucu, tapi memang dia benar-benar membutuhkan jawaban dari pertanyaannya itu. Lebih sering diam juga, tapi kalau moodnya lagi bagus, da bisa ngomong sesuka hatinya sampe bikin yang lain ketawa terbahak-bahak. Kadang kita gak ngerti dengan apa yang dia pikirkan atau yang dia bicarakan. Orang yang sangat unik. Orang yang “moody” an.
7. Yang satu ini, cukup pendiam juga tapi dia sangat baik dan sabar. Ya, karena dia sering bergelut dengan anak tk, jadi memang sangat sabar. Semangat dalam menggeluti bidangnya begitu besar sampai sekarang. It memang sesuai dnegan cita-citanya. Selal terlihat damai dan tenang ketika melihatnya, seolah tak ada beban. Tempat tinggalnya yang cukup jauh kadang tidak menyurutkannya dalam melangkah menghadiri mejelis-mejelis ilmu.
Mereka adalah inspirasi. Mereka yang telah membersamai dalam “ belajar” setahun terakhir ini. Tentu tak hanya mereka, masih banyak orang-orang yang membuatku “belajar” banyak hal. Selalu ada cerita unik tentang mereka, walau tak terekam dalam tulisan, namun terekam dalam memori itu sudah cukup.
Yuk, belajar dari setiap orang yang kita temui di sekitar kita, siapapun dia…
Sekian lama tuk mengerti
Dirimu jadi misteri yang kian terselami
Sekian jauh menilai kadang cinta tergali
Milikmu sejati
(Kla Project)


_23012012_

Jumat, 20 Januari 2012

Share experience

Seirig berjalannya waktu, tahun demi tahun telah dilewati. Belajar pun tak pernah berhenti. Saying, kadang banyak orang yang tidak sadar bahwa dia sedang atau telah belajar. Belajar memang harus diikuti kesadaran penuh. Sadar itu memang bukan hal yang mudah tapi ketika itu didukung dengan kemauan yang kuat, pasti bisa.
Beberapa tahun memang belum bisa sepenuhnya membuat kita tahu hikmah dari setiap kejadian. Menjadikan hati untuk jujur itu sangat sulit. Mengatasi hati yang porak poranda juga sulit, tergantung mau atau tidak. Selama ini, semua itu masih bisa teratasi mungkin walaupun masih ada yang tertinggal di hati seperti orang makan makanan namun masih belepotan. Itulah hidup. Tertarik pada sesuatu, seseorang atau apapun itu merupakan sebuah pilihan masing-masing. Mengelola hati lah yang sebenarnya perlu dipelajari setiap orang.
Kehidupan ini, dunia ini masih jauh dari “baik”, secara moralitas, karakter, dsb. Itu semua perlu proses untuk mencapai ke sana. Setiap orang punya karakter masing-masing. Ada yang ceria, melankolis, tegar, kuat, tangguh, unik, dan lainnya. Semua kadang begitu kompleks ketika dipertemukan dan di‘kerjasama’kan. Yang jelas setiap manusia punya yang namanya ‘hati’, yang sangat mudah sekali berubah-ubah. Apalagi ketika kondisi manusia itu sedang sangat labil. Hati yang dihinggapi nafsu bisa membahayakan dirinya.
Kok jadi ngomongin hati sih?
Next….
Suatu kali mungkin orang bisa bersemangat dalam satu hal namun sulit bersemangat untuk hal lain. Kadang itu karena factor lingkungan, emmm lebih tepatnya kenyamanan. Orang kalau mau tidur pasti memilih untuk tidur di kasur yang rapi dengan sprei, bersih, wangi. Itulah mencari kenyamanan. Begitupun ketika kita punya niat baik untuk melakukan kebaikan, pasti kita memilih di tempat yang nyaman. Namun nyaman di sini bukan berarti aman, karena dimanapun kita berada selalu ada peluang untuk tidak aman. Tak ada orang yang bisa memaksanya untuk bertindak, namun hanya dengan kesadaran diri sendiri lah yang bisa mengantarkannya pada sesuatu yang bermanfaat. Selalu ada pilihan untuk manusia, pilihan baik atau buruk, atau tengah-tengah.
Belajar itu memang proses. Benar-benar proses. Bayi belajar bicara, merangkak, berjalan, itu semua proses. Proses itu bisa berlangsung lama atau cepat tergantung orang yang menjalaninya. Proses itu kadang menyenangkan kadang menyebabkan kita jatuh, dsb. Suka duka selalu ada ketika kita ingin berproses menjadi lebih baik.
Ketika dikenalkan dengan sesuatu yang belum pernah kita tahu sebelumnya, pasti sangat sulit untuk kemudian mencernanya dengan cepat. Ya, lagi-lagi proses. Tak ada yang bisa menyalahkan ketika proses itu berlangsung sangat lama. Karena akhirnya itu kembali pada diri kita sendiri, yang menanggung resiko dari proses yang sangat lama itu.
Sudah cukup lama berproses, begitu banyak yang kudapatkan, walau kadang pahit dan manis. Semua itu menjadi satu pengalaman luar biasa yang tak akan terlupakan. Jauh dari orang tua, keluarga, tapi punya banyak keluarga di sini. Walau tiap hari selalu rindu untuk pulang ke rumah, bertemu ibu, bapak, dan lainnya. Dulu jadi anak rumahan, sekarang berani pergi kemana-mana, keluar kota, main kesana kemari, dsb.

Kamis, 12 Januari 2012

Beauty at the best time

kau lihat aku di sini seutuhnya
sendiri merasa bahagia karenamu
setelah air mata kehilangan dan juga kecewa
kini hanya satu yang ku percaya
kau membuatku bahagia



jika memang ini saatnya
mimpiku akan menjadi nyata
ku percaya kuatnya cinta
semua akan menjadi indah pada waktunya

hadirmu semangat jiwaku karenamu
kelembutan cintamu semua jawaban yang kudambakan
kini hanya satu yang ku percaya
kau membuatku bahagia


dan takkan ada kata-kata
oh jangan sembunyikan
perasaanmu saat ini

Rabu, 11 Januari 2012

A journey to heaven

Menjadi bagian darinya adalah sebuah resiko yang tentunya harus ditanggung oleh yang mau menjadi bagian darinya. Memilih untuk dan akan seperti apa pasti ada resikonya. Entah itu akan menyenangkan atau bahkan menyakitkan. Kita sendirilah yang akan menanggung resiko itu. Banyak yang tak mau ambil resiko, akhirnya ia memilih menjauh dan pergi hilang tak tau kemana rimbanya. Pilihan-pilihan dalam hidup tentu akan mendewasakan kita, pilihan yang tepat tentunya. Tepat itu bukan baik menurut pribadi kita namun TEPAT itu baik menurut Yang Punya hidup kita. Siapa lagi? Alloh SWT lah... sebagian besar orang belum bisa memilih dengan TEPAT. Akan kemana arah hidupnya nanti.
Usaha yang dilakukan ketika memilih satu hal pun juga bukan hal yang mudah. Memilih itu tidak hanya membutuhkan kenyamanan dan kesukaan namun juga kebermanfaatan. Memilih itu akan begitu mudah memang ketika pilihan itu tidak ada yang menyulitkan, tapi bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk bisa memilih, berfikir, menemukan, mencari, dan lainnya. Mungkin ada orang yang tak pernah dihadapkan pada piliha. Ia hanya menerima apa yang sudah ditetapkan dan ia harus menjalaninya. Itu lebih sulit ketika yang ditetapkan itu tak mampu ia lakukan, tak sanggup.
Tatkala diberikan suatu pekerjaan yang jauh dari realita diri kita pasti dengan serta merta kita mengatakan ini sulit, “aku tidak bisa, aku tidak mampu”. Aku tidak berada di sana, namun harus menjalani itu , apa mungkin?
Setiap pekerjaan yang dibebankan kepada kita seharusnya kita melihatnya sebagai sebuah peluang yang akan membesarkan diri kita. Bukan malah memilih menjauh dari aktivitas itu dan menjadi orang-orang yang tak mau menanggung resiko pribadi. Itulah manusia. Ia kadang hanya memikirkan egonya sendiri daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan orang lain, umat. Hidup yang diberikan Alloh kepada manusia adalah waktu yang sangat berharga. Karena, hidup Cuma sekali kan, di dunia, Cuma sekali jadi anak kecil, dewasa, tua, akhirnya kembali ke alam yang sebenarnya, kehidupan abadi. Namun, sayangnya masih banyak orang yang cuek, apatis, acuh dengan keadaan sekitar, lingkungan, orang-orang, dll. Itu menjadi hal yang sangat berbahaya jika semua manusia memilih untuk hidup seperti itu.
Mari berusaha ikhlas dengan apapun yang dibebankan kepada kita, toh awalnya itu pilihan kita juga, dan sekarang bukan saatnya untuk lar menjauh, namun mencari sebanyak-banyak ilmu untuk menjalani pekerjaan-pekerjaan besar yang sudah menanti kita. Walau bukan hal yang mudah, namun itulah seninya, walau itu tidak sesuai dengan diri kita, namun itulah peliknya. Dimanapun itu, karya lah yang harus kita buat. Menjadi apapun kita, umat menunggu karya-karya besar kita untuk mereka.
Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah (pemimpin). Dunia tentunya. Diawali dengan keberadaan kita masing-masing. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Semangat Berkarya!

#semoga menginspirasi (refleksi perjalanan 3 tahun terakhir)

Jumat, 06 Januari 2012

my note,, nih

Berjalan melihat sekeliling. Ada taman di tengah dan tepi jalan. Di ujung sana ada lapangan yag sangat luas. Banyak anak-anak dan orang-orang sedang bermain di sana seolah tak peduli dengan orang lain di sekitar mereka. Ia berhenti sejenak, memandang kejauhan, matanya tak ingin lepas dari apa yang sedang ia lihat itu. Ia diam sambil berfikir sejenak, membiarkan pikirannya melayang entah kemana. Tiba-tiba saja ia teringat pada tugas-tugasnya dan pekerjaannya yang belum selesai juga. Ia berfikir mendalam, apa yang harus ia lakukan untuk menyelesaikannya.
Ia hanya sendiri. Pantas saja, sulit sekali baginya menemukan jalan keluar dari persoalannya. Ya..persoalan yang sedang menghimpitnya, memaksanya untuk berfikir keras. Ia pun melanjutkan jalannya ke rumah yang akan ia tuju. Masih begitu jauh rupanya namun ia nikmati saja, sekaligus jalan-jalan, sendirian pula.
Ia merasakan sekelilingnya sepi setelah itu. Memang sangat sepi. Hanya di tempat yang a lewati tadi saja yang begitu ramai. Setelah itu, hanya tersisa beberapa orang saja yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sampai rumahnya pun, sepi juga. Kadang ia merasa senang dalam suasana seperti itu karena ketika ramai hanya akan mengusiknya. Namun tak selamanya ia suka sepi. Bersama banyak teman dan sahabat juga sangat membahagiakan baginya.
Dewasa harus menjadi pilihan pertamanya, namun tetap menjadi dirinya yang apa adanya. Seperti judul lagu “Just the way you are”. Lama sudah ia berada di kapal yang cukup berat melangkah walau sedikit penumpangnya. Ia memang bukan nahkodanya, namun ia turut bertanggungjawab atas kemana arah kapal itu kan menuju. Ia bukan yang pertama, namun ia hanya yang terkecil dari sekian penumpang yang ada.