Berjalannya waktu tak ada yang bisa mencegah, habisnya waktu juga. Putaran jarum jam, jarum menit tak ada yang bisa menghentikan ketika jam itu masih baik-baik saja, tidak rusak. Jalan hidup seseorang juga tak dapat dicegah ketika itu memang takdirnya. Kalau sudah terjadi, maka hanya Dia lah yang menghendaki mengubah keadaan jika seseorang tak menghendaki takdir itu. Alloh sangat bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati jika itu memang kehendak-Nya.
Memiliki sahabat itu adalah aset, apalagi saudara seiman, saudara kandung sudah pasti. Aset itu sangat besar, bukan materi tapi ketenangan batin. Itu lebih dari materi sebesar apapun, uang sebanyak apapun. Ketenangan batin pun tak hanya tenang tapi nyaman, rindu, bahagia, sedih juga bisa. Satu hal yang harus dimiliki juga yaitu “percaya”. Sebagaimanapun sikap sahabat kita, tetaplah mempercayainya. Itu hal yang sulit memang kadang namun itulah sebuah hubungan. Menuntut itu bukan solusi tapi menyelami hati dan mempercayai. Sayang, tak semua orang bisa dengan mudahnya membaca pikiran, membaca hati. Kalau saja, setiap orang diberi kemampuan seperti itu, akan sangat membantu.
Masih sangat ingat, mengenal satu per satu mereka, dari awal sampai sekarang. Kedekatan yang terbangun cukup bisa mengenal karakternya. Dan….. sekarang mereka menjadi orang yang bisa dibilang hebat. Memang, sebuah amanah yang dibebankan pada mereka bukan untuk dibanggakan atau disombongkan, tapi itu adalah keniscayaan mereka ada di sana, berkontribusi demi membangun sebuah peradaban yang dirindukan.
Dari mulai wara-wiri menjadi staf sampe jadi ketua, kepala departemen, menteri, dsb. Itulah mereka. Masa kecil mereka unik. Ada yang jadi awak media, bergelut dengan kamera, recorder, laptop, hp. Ada yang sibuk dengan ide-idenya untuk dituangkan dalam bentuk tulisan oleh yang ahli menulis. Ada yang sangat bijak dengan kata-kata dan perhatiannya, berbagi senyum setiap saat, menenangkan. Ada juga yang dengan gaya yang tomboy, tapi menghibur. Ada yang dulu kukira lemah lembut tapi nyatanya ia pernah berkoar-koar dengan mega phone (baca : orasi) padahal ia wanita. Ada yang sangat semangat dengan hal-hal yang berbau politik, ia punya idealisme yang tinggi. Kemudian ada yang sangat menggebu-gebu dalam memberikan petuah, sampai kadang aku bingung mencerna apa maksudnya, bicaranya muter-muter ke sana kemari. Ada yang lebih banyak diam namun di balik itu, ia bisa juga melakukan hal yang sangat konyol. Ada yang selalu menebar senyum setiap saat, senyumnya memang manis, semangatnya begitu besar. Ada yang sangat lincah dengan sikapnya dan kata-katanya. Ia supel sampai banyak yang jatuh cinta, hihi. Ada yang begitu ahli memasak, bersenandung, pokoknya andalan koki kita. Ada yang cukup pendiam tapi tetap ada singa dalam dirinya. Orang yang tegar menurutku. Ada yang sangat dingin sedingin es, susah ditebak. Begitulah mereka, unik dengan karakter mereka, keahlian mereka masing-masing. Mengenal mereka dari kecil, beberapa tahun yang lalu, sekarang sudah menjadi “orang” semuanya.
Lani : sekretaris Edsa sampe sekretaris cabinet BEM KM 2012
Mira : dari belum berjilbab sampai jadi Koordinator Jaringan Muslimah DIY
Laras : dari staf media sampai jadi awak media terlincah di UNY
Wiwit : dari sekretaris hima sampe jadi Koakh Syiar UKKI
Aisy : dari sekretaris BEM sampe menetap sementara di Jerman sekarang
Zuyyi : dari staf BKP sampe jadi Ibu UKKI
Riska : dari staf media sampe jadi Koakh Humas UKKI
Isti : dari staf media juga sampe jadi Menkominfo BEM KM 2012
Ella : dari staf media sampe jadi Presiden KSB
Iva : dari ketua KPU, sekjen BEM SI, sampe Menteri Kajian dan riset BEM KM 2012
Naris : dari staf BKP sampe koakh BSBK dan melambung dengan nasyidnya (personil teraktif)
Sato : dari staf BSBK sampe bendahara 2 tahun di Al Huda (pekerja keras)
Lutfi : dari staf BPU sampe Ketua Al Huda, manager baretha
Nafi : dari staf PP BEM, staf BKP sampe kadept Binkad UKKI
Agil : dari staf media, kadept di hima sampe penulis “gelap” teraktif dan bergelut dengan nasyid
Hendra : dari staf PSDM BEM, staf BSBK sampe kabid BSBK
Mereka bukan apa-apa tanpa Sang Maha Berkehendak, tanpa guru yang membimbing dan tanpa perantara lainnya. Satu lagi, tanpa KEMAUAN juga tak akan berarti apa-apa. Seperti juga kita juga tak akan hidup tanpa nafas GRATIS dari-Nya.
Yuk, belajar dari mereka…..
Wallahu’alam bis shawab.
Senin, 20 Februari 2012
Minggu, 19 Februari 2012
Kemarin siang-sore
Waktu siang menuju sore yang tak biasanya. Mendung sudah mulai terlihat, matahari mulai bersembunyi. Kilat dan petir yang mulai menunjukkan hebatnya, seolah mereka yang menguasai langit, mendung, awan, hujan, angkasa. Perlahan mendung pun mulai bergulat dengan kilat dan petir, mereka seakan bersaing untuk menurunkan air tawar ke bumi, yang namanya hujan.
Beberapa jam kemudian, rintik-rintik hujan, gerimis pun turun, sedikit-sedikit, kemudian air tawar pun turun dengan derasnya mengguyur bumi. Basah sudah semuanya, kuyup. Mendung sudah berdamai dengan kilat dan petir. Petir pun menggelegar sangat keras sore itu. Senja tepatnya. Senja menuju malam diiringi petir yang sangat keras, mengejutkan. Hujan pun masih turun dengan tenangnya, tak terlalu deras memang namun dingin cukup merasuk hingga sangat melenakan orang-orang yang sedang di dalam rumah. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya, istirahatnya, nonton TV nya, dan lainnya. Masih juga tidak tergerak untuk pergi keluar rumah. Suasana yang sangat nyaman memang untuk beraktivitas di dalam rumah.
Tapi , ada rasa khawatir dalam diri akan adanya sahabat yang sedang di luar rumah. Entah ia sedang berada dimana dan melakukan apa, ia cukup was-was tapi tetap yakin bahwa Alloh pasti menjaganya. Semoga ia memang baik-baik saja.
Beberapa jam kemudian, rintik-rintik hujan, gerimis pun turun, sedikit-sedikit, kemudian air tawar pun turun dengan derasnya mengguyur bumi. Basah sudah semuanya, kuyup. Mendung sudah berdamai dengan kilat dan petir. Petir pun menggelegar sangat keras sore itu. Senja tepatnya. Senja menuju malam diiringi petir yang sangat keras, mengejutkan. Hujan pun masih turun dengan tenangnya, tak terlalu deras memang namun dingin cukup merasuk hingga sangat melenakan orang-orang yang sedang di dalam rumah. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya, istirahatnya, nonton TV nya, dan lainnya. Masih juga tidak tergerak untuk pergi keluar rumah. Suasana yang sangat nyaman memang untuk beraktivitas di dalam rumah.
Tapi , ada rasa khawatir dalam diri akan adanya sahabat yang sedang di luar rumah. Entah ia sedang berada dimana dan melakukan apa, ia cukup was-was tapi tetap yakin bahwa Alloh pasti menjaganya. Semoga ia memang baik-baik saja.
Rabu, 08 Februari 2012
Inspirasi
Di hari ketika aku mengenalmu, aku hanya tau kau orang yang baik
Lama kelamaan, saat ku mulai tahu sedikit tentang dirimu
Masih pada persepsi yang sama, kau orang yang baik
Berselang waktu cukup lama, aku pun mulai tahu tentang dirimu lebih banyak
Tapi belum mengerti dan memahami
Melihatmu begitu bergairah dan bergelora dalam membuatku paham
Aku memang agak sulit menyelami maksudmu, perlahan ku memahaminya
Melihat guratan di wajahmu yang kadang berubah-ubah
Aku pun mulai bertanya-tanya
Memang, sulit bagiku untuk memahaminya
Seiring berjalannya waktu, mengerti dan memahami bebanmu itu memang suatu keharusan
Aku mulai tahu dari orang-orang disekitarku, yang mengenalmu dengan baik juga tentunya
aku tak berniat mencari tahu, hanya segalanya memang datang tepat pada saat aku ingin tahu
aku pun mendapatinya tidak sepenuhnya
masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di otakku ini
aku baru memahami dengan benar-benar setahun setelah aku mendapati yang sedikit-sedikit itu
aku baru bisa memahami kenapa? Apa? Bagaimana? Lalu harus berbuat apa?
Saat belum bisa memahamimu, itu adalah masa-masa yang cukup sulit
Bagimu pasti lebih sulit
Usiamu memang lebih dari usiaku, kematanganmu pun tentunya juga lebih
Wajar, ketika memang banyak beban yang ada di pundakmu
Mengingat, aku masih sangat muda
Setelah lama waktu berselang , aku berfikir ke belakang
Bagaimana dulu kau menghadapi masalah sebesar itu
Di saat aku belum mengerti apa-apa
Hanya bisa membayangkan apa yang kau lakukan sebelum istirahat
Atau bahkan mungkin kau tak sempat istirahat?
Apa yang kau lakukan ketika kau hanya sendiri
Apa yang kau fikirkan ketika harus berhadapan dengan orang-orang
Padahal suasana hatimu sedang tidak baik
Mungkin kepalamu sedang sangat sakit, dadamu sesak
Pikiranmu melayang kemana-mana
Ku hanya bisa membayangkan jika aku menjadi dirimu saat itu
Mungkin aku tidak akan kuat
Tapi Alloh memang tak akan memberi beban yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan hambaNya
Lalu di masa-masa ketika aku menjadi seperti dirimu
Aku pun merasakan sendiri, begitu beratnya
Walau aku tau benar, bahwa di saat kau dulu seperti itu
Jauh lebih berat di banding saat ku menjadi seperti dirimu
Sekarang pun, masih kuingat apa yang kau katakan dahulu, walau memang tak kuingat semuanya
Kau memang luar biasa
Aku bersyukur dipertemukan denganmu, diperkenalkan dan kemudian dekat denganmu
Itu semua benar-benar skenarioNya
Sangat indah,,,
Semoga akan menjadi kekal selamanya hingga perjumpaan denganNya
Untuk semua inspirator , terimakasih telah banyak menginspirasi……
#iseng-iseng nulis
Lama kelamaan, saat ku mulai tahu sedikit tentang dirimu
Masih pada persepsi yang sama, kau orang yang baik
Berselang waktu cukup lama, aku pun mulai tahu tentang dirimu lebih banyak
Tapi belum mengerti dan memahami
Melihatmu begitu bergairah dan bergelora dalam membuatku paham
Aku memang agak sulit menyelami maksudmu, perlahan ku memahaminya
Melihat guratan di wajahmu yang kadang berubah-ubah
Aku pun mulai bertanya-tanya
Memang, sulit bagiku untuk memahaminya
Seiring berjalannya waktu, mengerti dan memahami bebanmu itu memang suatu keharusan
Aku mulai tahu dari orang-orang disekitarku, yang mengenalmu dengan baik juga tentunya
aku tak berniat mencari tahu, hanya segalanya memang datang tepat pada saat aku ingin tahu
aku pun mendapatinya tidak sepenuhnya
masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di otakku ini
aku baru memahami dengan benar-benar setahun setelah aku mendapati yang sedikit-sedikit itu
aku baru bisa memahami kenapa? Apa? Bagaimana? Lalu harus berbuat apa?
Saat belum bisa memahamimu, itu adalah masa-masa yang cukup sulit
Bagimu pasti lebih sulit
Usiamu memang lebih dari usiaku, kematanganmu pun tentunya juga lebih
Wajar, ketika memang banyak beban yang ada di pundakmu
Mengingat, aku masih sangat muda
Setelah lama waktu berselang , aku berfikir ke belakang
Bagaimana dulu kau menghadapi masalah sebesar itu
Di saat aku belum mengerti apa-apa
Hanya bisa membayangkan apa yang kau lakukan sebelum istirahat
Atau bahkan mungkin kau tak sempat istirahat?
Apa yang kau lakukan ketika kau hanya sendiri
Apa yang kau fikirkan ketika harus berhadapan dengan orang-orang
Padahal suasana hatimu sedang tidak baik
Mungkin kepalamu sedang sangat sakit, dadamu sesak
Pikiranmu melayang kemana-mana
Ku hanya bisa membayangkan jika aku menjadi dirimu saat itu
Mungkin aku tidak akan kuat
Tapi Alloh memang tak akan memberi beban yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan hambaNya
Lalu di masa-masa ketika aku menjadi seperti dirimu
Aku pun merasakan sendiri, begitu beratnya
Walau aku tau benar, bahwa di saat kau dulu seperti itu
Jauh lebih berat di banding saat ku menjadi seperti dirimu
Sekarang pun, masih kuingat apa yang kau katakan dahulu, walau memang tak kuingat semuanya
Kau memang luar biasa
Aku bersyukur dipertemukan denganmu, diperkenalkan dan kemudian dekat denganmu
Itu semua benar-benar skenarioNya
Sangat indah,,,
Semoga akan menjadi kekal selamanya hingga perjumpaan denganNya
Untuk semua inspirator , terimakasih telah banyak menginspirasi……
#iseng-iseng nulis
Langganan:
Postingan (Atom)