Di hari ketika aku mengenalmu, aku hanya tau kau orang yang baik
Lama kelamaan, saat ku mulai tahu sedikit tentang dirimu
Masih pada persepsi yang sama, kau orang yang baik
Berselang waktu cukup lama, aku pun mulai tahu tentang dirimu lebih banyak
Tapi belum mengerti dan memahami
Melihatmu begitu bergairah dan bergelora dalam membuatku paham
Aku memang agak sulit menyelami maksudmu, perlahan ku memahaminya
Melihat guratan di wajahmu yang kadang berubah-ubah
Aku pun mulai bertanya-tanya
Memang, sulit bagiku untuk memahaminya
Seiring berjalannya waktu, mengerti dan memahami bebanmu itu memang suatu keharusan
Aku mulai tahu dari orang-orang disekitarku, yang mengenalmu dengan baik juga tentunya
aku tak berniat mencari tahu, hanya segalanya memang datang tepat pada saat aku ingin tahu
aku pun mendapatinya tidak sepenuhnya
masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di otakku ini
aku baru memahami dengan benar-benar setahun setelah aku mendapati yang sedikit-sedikit itu
aku baru bisa memahami kenapa? Apa? Bagaimana? Lalu harus berbuat apa?
Saat belum bisa memahamimu, itu adalah masa-masa yang cukup sulit
Bagimu pasti lebih sulit
Usiamu memang lebih dari usiaku, kematanganmu pun tentunya juga lebih
Wajar, ketika memang banyak beban yang ada di pundakmu
Mengingat, aku masih sangat muda
Setelah lama waktu berselang , aku berfikir ke belakang
Bagaimana dulu kau menghadapi masalah sebesar itu
Di saat aku belum mengerti apa-apa
Hanya bisa membayangkan apa yang kau lakukan sebelum istirahat
Atau bahkan mungkin kau tak sempat istirahat?
Apa yang kau lakukan ketika kau hanya sendiri
Apa yang kau fikirkan ketika harus berhadapan dengan orang-orang
Padahal suasana hatimu sedang tidak baik
Mungkin kepalamu sedang sangat sakit, dadamu sesak
Pikiranmu melayang kemana-mana
Ku hanya bisa membayangkan jika aku menjadi dirimu saat itu
Mungkin aku tidak akan kuat
Tapi Alloh memang tak akan memberi beban yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan hambaNya
Lalu di masa-masa ketika aku menjadi seperti dirimu
Aku pun merasakan sendiri, begitu beratnya
Walau aku tau benar, bahwa di saat kau dulu seperti itu
Jauh lebih berat di banding saat ku menjadi seperti dirimu
Sekarang pun, masih kuingat apa yang kau katakan dahulu, walau memang tak kuingat semuanya
Kau memang luar biasa
Aku bersyukur dipertemukan denganmu, diperkenalkan dan kemudian dekat denganmu
Itu semua benar-benar skenarioNya
Sangat indah,,,
Semoga akan menjadi kekal selamanya hingga perjumpaan denganNya
Untuk semua inspirator , terimakasih telah banyak menginspirasi……
#iseng-iseng nulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar