Menjadi bagian darinya adalah sebuah resiko yang tentunya harus ditanggung oleh yang mau menjadi bagian darinya. Memilih untuk dan akan seperti apa pasti ada resikonya. Entah itu akan menyenangkan atau bahkan menyakitkan. Kita sendirilah yang akan menanggung resiko itu. Banyak yang tak mau ambil resiko, akhirnya ia memilih menjauh dan pergi hilang tak tau kemana rimbanya. Pilihan-pilihan dalam hidup tentu akan mendewasakan kita, pilihan yang tepat tentunya. Tepat itu bukan baik menurut pribadi kita namun TEPAT itu baik menurut Yang Punya hidup kita. Siapa lagi? Alloh SWT lah... sebagian besar orang belum bisa memilih dengan TEPAT. Akan kemana arah hidupnya nanti.
Usaha yang dilakukan ketika memilih satu hal pun juga bukan hal yang mudah. Memilih itu tidak hanya membutuhkan kenyamanan dan kesukaan namun juga kebermanfaatan. Memilih itu akan begitu mudah memang ketika pilihan itu tidak ada yang menyulitkan, tapi bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk bisa memilih, berfikir, menemukan, mencari, dan lainnya. Mungkin ada orang yang tak pernah dihadapkan pada piliha. Ia hanya menerima apa yang sudah ditetapkan dan ia harus menjalaninya. Itu lebih sulit ketika yang ditetapkan itu tak mampu ia lakukan, tak sanggup.
Tatkala diberikan suatu pekerjaan yang jauh dari realita diri kita pasti dengan serta merta kita mengatakan ini sulit, “aku tidak bisa, aku tidak mampu”. Aku tidak berada di sana, namun harus menjalani itu , apa mungkin?
Setiap pekerjaan yang dibebankan kepada kita seharusnya kita melihatnya sebagai sebuah peluang yang akan membesarkan diri kita. Bukan malah memilih menjauh dari aktivitas itu dan menjadi orang-orang yang tak mau menanggung resiko pribadi. Itulah manusia. Ia kadang hanya memikirkan egonya sendiri daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan orang lain, umat. Hidup yang diberikan Alloh kepada manusia adalah waktu yang sangat berharga. Karena, hidup Cuma sekali kan, di dunia, Cuma sekali jadi anak kecil, dewasa, tua, akhirnya kembali ke alam yang sebenarnya, kehidupan abadi. Namun, sayangnya masih banyak orang yang cuek, apatis, acuh dengan keadaan sekitar, lingkungan, orang-orang, dll. Itu menjadi hal yang sangat berbahaya jika semua manusia memilih untuk hidup seperti itu.
Mari berusaha ikhlas dengan apapun yang dibebankan kepada kita, toh awalnya itu pilihan kita juga, dan sekarang bukan saatnya untuk lar menjauh, namun mencari sebanyak-banyak ilmu untuk menjalani pekerjaan-pekerjaan besar yang sudah menanti kita. Walau bukan hal yang mudah, namun itulah seninya, walau itu tidak sesuai dengan diri kita, namun itulah peliknya. Dimanapun itu, karya lah yang harus kita buat. Menjadi apapun kita, umat menunggu karya-karya besar kita untuk mereka.
Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah (pemimpin). Dunia tentunya. Diawali dengan keberadaan kita masing-masing. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Semangat Berkarya!
#semoga menginspirasi (refleksi perjalanan 3 tahun terakhir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar