Seirig berjalannya waktu, tahun demi tahun telah dilewati. Belajar pun tak pernah berhenti. Saying, kadang banyak orang yang tidak sadar bahwa dia sedang atau telah belajar. Belajar memang harus diikuti kesadaran penuh. Sadar itu memang bukan hal yang mudah tapi ketika itu didukung dengan kemauan yang kuat, pasti bisa.
Beberapa tahun memang belum bisa sepenuhnya membuat kita tahu hikmah dari setiap kejadian. Menjadikan hati untuk jujur itu sangat sulit. Mengatasi hati yang porak poranda juga sulit, tergantung mau atau tidak. Selama ini, semua itu masih bisa teratasi mungkin walaupun masih ada yang tertinggal di hati seperti orang makan makanan namun masih belepotan. Itulah hidup. Tertarik pada sesuatu, seseorang atau apapun itu merupakan sebuah pilihan masing-masing. Mengelola hati lah yang sebenarnya perlu dipelajari setiap orang.
Kehidupan ini, dunia ini masih jauh dari “baik”, secara moralitas, karakter, dsb. Itu semua perlu proses untuk mencapai ke sana. Setiap orang punya karakter masing-masing. Ada yang ceria, melankolis, tegar, kuat, tangguh, unik, dan lainnya. Semua kadang begitu kompleks ketika dipertemukan dan di‘kerjasama’kan. Yang jelas setiap manusia punya yang namanya ‘hati’, yang sangat mudah sekali berubah-ubah. Apalagi ketika kondisi manusia itu sedang sangat labil. Hati yang dihinggapi nafsu bisa membahayakan dirinya.
Kok jadi ngomongin hati sih?
Next….
Suatu kali mungkin orang bisa bersemangat dalam satu hal namun sulit bersemangat untuk hal lain. Kadang itu karena factor lingkungan, emmm lebih tepatnya kenyamanan. Orang kalau mau tidur pasti memilih untuk tidur di kasur yang rapi dengan sprei, bersih, wangi. Itulah mencari kenyamanan. Begitupun ketika kita punya niat baik untuk melakukan kebaikan, pasti kita memilih di tempat yang nyaman. Namun nyaman di sini bukan berarti aman, karena dimanapun kita berada selalu ada peluang untuk tidak aman. Tak ada orang yang bisa memaksanya untuk bertindak, namun hanya dengan kesadaran diri sendiri lah yang bisa mengantarkannya pada sesuatu yang bermanfaat. Selalu ada pilihan untuk manusia, pilihan baik atau buruk, atau tengah-tengah.
Belajar itu memang proses. Benar-benar proses. Bayi belajar bicara, merangkak, berjalan, itu semua proses. Proses itu bisa berlangsung lama atau cepat tergantung orang yang menjalaninya. Proses itu kadang menyenangkan kadang menyebabkan kita jatuh, dsb. Suka duka selalu ada ketika kita ingin berproses menjadi lebih baik.
Ketika dikenalkan dengan sesuatu yang belum pernah kita tahu sebelumnya, pasti sangat sulit untuk kemudian mencernanya dengan cepat. Ya, lagi-lagi proses. Tak ada yang bisa menyalahkan ketika proses itu berlangsung sangat lama. Karena akhirnya itu kembali pada diri kita sendiri, yang menanggung resiko dari proses yang sangat lama itu.
Sudah cukup lama berproses, begitu banyak yang kudapatkan, walau kadang pahit dan manis. Semua itu menjadi satu pengalaman luar biasa yang tak akan terlupakan. Jauh dari orang tua, keluarga, tapi punya banyak keluarga di sini. Walau tiap hari selalu rindu untuk pulang ke rumah, bertemu ibu, bapak, dan lainnya. Dulu jadi anak rumahan, sekarang berani pergi kemana-mana, keluar kota, main kesana kemari, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar