Berjalan melihat sekeliling. Ada taman di tengah dan tepi jalan. Di ujung sana ada lapangan yag sangat luas. Banyak anak-anak dan orang-orang sedang bermain di sana seolah tak peduli dengan orang lain di sekitar mereka. Ia berhenti sejenak, memandang kejauhan, matanya tak ingin lepas dari apa yang sedang ia lihat itu. Ia diam sambil berfikir sejenak, membiarkan pikirannya melayang entah kemana. Tiba-tiba saja ia teringat pada tugas-tugasnya dan pekerjaannya yang belum selesai juga. Ia berfikir mendalam, apa yang harus ia lakukan untuk menyelesaikannya.
Ia hanya sendiri. Pantas saja, sulit sekali baginya menemukan jalan keluar dari persoalannya. Ya..persoalan yang sedang menghimpitnya, memaksanya untuk berfikir keras. Ia pun melanjutkan jalannya ke rumah yang akan ia tuju. Masih begitu jauh rupanya namun ia nikmati saja, sekaligus jalan-jalan, sendirian pula.
Ia merasakan sekelilingnya sepi setelah itu. Memang sangat sepi. Hanya di tempat yang a lewati tadi saja yang begitu ramai. Setelah itu, hanya tersisa beberapa orang saja yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sampai rumahnya pun, sepi juga. Kadang ia merasa senang dalam suasana seperti itu karena ketika ramai hanya akan mengusiknya. Namun tak selamanya ia suka sepi. Bersama banyak teman dan sahabat juga sangat membahagiakan baginya.
Dewasa harus menjadi pilihan pertamanya, namun tetap menjadi dirinya yang apa adanya. Seperti judul lagu “Just the way you are”. Lama sudah ia berada di kapal yang cukup berat melangkah walau sedikit penumpangnya. Ia memang bukan nahkodanya, namun ia turut bertanggungjawab atas kemana arah kapal itu kan menuju. Ia bukan yang pertama, namun ia hanya yang terkecil dari sekian penumpang yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar