Iman itu laut, cintalah ombaknya
Iman itu api, cintalah panasnya
Iman itu angin, cintalah badainya
Iman itu salju, cintalah dinginnya
Iman itu sungai, cintalah arusnya
Pendekatan cinta adalah kebalikan dari pendekatan dengan kekerasan
Cinta berusaha memahami, menguatkan dan menghidupkan
Dengan cinta, seorang individu akan selalu mentransformasikan dirinya. Dia menjadi lebih peka, lebih menghargai, lebih produktif, lebih menjadi dirinya sendiri. Cinta tidak sentimental dan tidak melemahkan.
Tirani. Momok besar dalam sejarah manusia ini selalu berkoalisi dengan kekuasaan. Tapi momok ini tetap bisa dilawan. Dan kekuatan yang bisa melawannya hanya cinta. Cinta adalah kutub jiwa yang berlawanan dengan tirani : ia lahir dari respek dan penghargaan kepada manusia.
Begitu kekuasaan mendapatkan sentuhan cinta, wajahnya segera berubah : gurat-gurat kekejaman segera berganti jadi garis-garis kerentaan dari seorang penguasa yang lelah melayani rakyatnya.
Mencintai adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian.
Cinta itu pekerjaan orang kuat.
Keshalihan selalu bersaudara dengan cinta.
Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya cinta adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang di batas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berbuah.
dikutip dari Serial Cinta by Anis Matta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar